Untuk Info Training, in House Training, Konsultansi, Membangun Sistem (ISPO, ISO Series, OHSAS, SMK3), Kajian, Pendampingan serta Modul untuk Perbaikan dan Peningkatan Kinerja unit di Perusahaan silahkan kirim email alamat berikut: trainingperkebunan@gmail.com

Senin, 06 Desember 2010

Produksi di Thailand turun, harga karet melonjak

1678169498p Produksi di Thailand turun, harga karet melonjak

JAKARTA: Harga karet menanjak untuk ketiga harinya setelah sektor manufaktur China periode November menanjak lebih cepat dalam tujuh bulan, sehingga meningkatkan spekulasi akan bertambahnya permintaan dari konsumen terbesar di dunia ini.

Untuk kontrak pengiriman Mei di Tokyo Commodity Exchange, harga karet menanjak 1% menjadi 363,8 yen per kilogram (US$4.351 per ton). Harga sudah menanjak hingga tertinggi 30 tahun di level 383 yen pada 11 November, dan naik 10% pada bulan lalu.

Association of Natural Rubber Producing Countries (ANRPC) dalam bulletin periode akhir November 2010 yang diterima Bisnis menyebutkan produksi karet alam Thailand berpotensi terpangkas dipicu hujan deras dan banjir di wilayah selatan negara itu. Kawasan tersebut yang menghasilkan 80% produksi karet alam di negeri itu dilanda hujan deras dan banjir sepanjang November.

Rubber Research Institute of Thailand mengestimasi sekitar 18.000 hektare lahan karet kena banjir dan sekitar 15.600 hektare pohon karet rusak karena angin kencang.

Sekjen ANRPC Djoko Said Damardjati mengatakan untuk jangka pendek dampak banjir dan angin kencang ini akan merusak tanaman. Dengan demikian total produksi karet alam dari negeri itu sepanjang tahun ini diprediksi minus 28,4%.

“Untuk jangka panjang, cuaca buruk ini akan merusak produksi dari negeri itu sebanyak 30.000 ton per tahun,” kata Djoko.

Pasokan karet alam Thailand pada tahun ini diprediksi minus 1,4% menjadi 3,12 juta ton dari sebelumnya 3,16 juta ton pada 2009.

Pada periode November-Desember 2010, produksi diperkirakan minus 29,7% menjadi 450.000 ton dari 683.000 ton pada periode yang sama tahun lalu.

ANRPC, organisasi yang anggotanya menyumbang 92% produksi karet alam dunia, memperkirakan produksinya turun 3,8% pada kuartal keempat 2010 (Oktober-Desember).

Senior Economist ANRPC Jom Jacob mengatakan pelaku pasar memusatkan perhatiannya pada kondisi cuaca di Thailand yang memengaruhi produksi. Selain itu perkembangan ketegangan geopolitik di Korea juga turut menambah kekhawatiran pasar sehingga berpotensi pada kurs dolar AS, yen Jepang, dan harga minyak mentah.

“Pergerakan dolar AS akan memengaruhi mata uang negara produsen utama karet seperti baht Thailand, rupiah Indonesia dan ringgit Malaysia. Mata uang ketiga negara ini berpengaruh langsung terhadap harga karet alam yang sudah berlangsung sejak Oktober 2010,” kata Jacob.(mmh)

Source: Bisnis.com – harga via http://arsipberita.com/show/bisnis/harga/2010/12/01/produksi-di-thailand-turun-harga-karet-melonjak.html

Training and Consultancy


Training

1. Manajemen Produksi Tanaman Karet
2. Kultur Teknis Karet
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Karet
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman

7. Peningkatan Produksi Pabrik Karet (Crumb Rubber, RSS dan Lateks)
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Karet Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Karet
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
12.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
13.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
14.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Karet

Training and Consultancy
1. Training and Technical Assistant for Improvement Rubber Field and Factory
2. Integrited Solution for Developing Excellence Performance of Rubber Field and Factory
3. Advanced Quality System for Rubber Plantation

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *