Untuk Info Training, in House Training, Konsultansi, Membangun Sistem (ISPO, ISO Series, OHSAS, SMK3), Kajian, Pendampingan serta Modul untuk Perbaikan dan Peningkatan Kinerja unit di Perusahaan silahkan kirim email alamat berikut: trainingperkebunan@gmail.com

Rabu, 04 Agustus 2010

Permintaan Karet China Naik, Harga pun Mekar



JAKARTA. Pada penutupan transaksi di bursa Indonesia Commodity Exchange (ICE) Futures akhir pekan lalu, harga kontrak karet naik 0,6% menjadi US$ 2.955 per ton untuk pengiriman bulan Desember 2010. Peningkatan tersebut dipicu adanya spekulasi bahwa China akan mengerek permintaan karetnya. Selain itu, produksi karet dunia juga menyusut sehingga persediaan pun mengkerut.

Menurut data persediaan karet yang dipantau Tokyo Commodity Exchange, stok karet dunia anjlok ke level terendah dalam sembilan tahun terakhir. “Persediaan karet alam yang dipantau bursa Tokyo turun 29% menjadi 1.341 ton pada akhir Juli ini,” jelas analisis Bappebti tersebut.

Sementara itu, di Indonesia, harga karet asalan pada tingkat pedagang pengumpul di Bengkulu juga mengalami kenaikan menjadi Rp 11.000 dari sebelumnya Rp 10.500 per kilogram. Naiknya harga karet slab basah itu dipengaruhi pasokan dari petani yang juga menurun akibat adanya pengaruh musim yang tidak menentu terutama musim penghujan akhir-akhir ini.

Dampak musim hujan tersebut dimanfaatkan oleh petani yang memilih tidak menjual produksinya dalam jumlah banyak dan cenderung menyimpan sembari menunggu harga membaik. Saat ini, luas tanaman karet di Bengkulu tercatat 118.616 hektare, dengan produksi sekitar 80.339 ton per tahun dan melibatkan 60.173 kepala keluarga (KK) petani.

Hal yang sama juga terjadi di Jambi, harga karet slab bersih di Jambi juga mengalami kenaikan karena permintaan di pasaran berangsur meningkat setelah beberapa hari sebelumya cenderung stabil. Harga karet yang merupakan komoditas andalan Provinsi Jambi itu naik Rp 50/kg hingga Rp 100/kg.

Harga karet alam jenis slab bersih 100 persen kadar Karet kering (KKK) naik menjadi Rp 23.700/kg dari Rp 23.600/kg, slab bersih 70 persen jadi Rp 16.590/kg dan slab bersih 50 persen ditawarkan Rp 11.850/kg. Sementara harga jual di tingkat petani ke pedagang pengumpul setempat masih Rp 11.500/kg hingga Rp12.000/kg.


sumber:http://www.kontan.co.id/index.php/industri/news/43085/Permintaan-Karet-China-Naik-Harga-pun-Mekar

Training and Consultancy


Training

1. Manajemen Produksi Tanaman Karet
2. Kultur Teknis Karet
3.Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Karet
4. Peningkatan Kompetensi Teknis dan Manajerial Asisten dan Mandor Tanaman
5.Penerapan dan Kriteria RSPO dan ISPO
6. Sertifikasi Asisten dan Mandor Tanaman

7. Peningkatan Produksi Pabrik Karet (Crumb Rubber, RSS dan Lateks)
8. Manajemen Pemeliharaan Pabrik Karet Berdasarkan Pengendalian Biaya dan Kehandalan Mesin
9.Pengendalian dan Pemanfaatan Limbah Pabrik Karet
10.Manajemen dan Teknik Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Kerusakan Aset Pabrik
11. International Financial Reporting Standards (IFRS) Perusahaan Perkebunan
12.Best Practices Internal Auditing Perusahaan Perkebunan
13.Peningkatan Kompetensi KTU dan ATU Perusahaan Perkebunan.
14.Pengendalian Biaya Perusahaan Perkebunan Karet

Training and Consultancy
1. Training and Technical Assistant for Improvement Rubber Field and Factory
2. Integrited Solution for Developing Excellence Performance of Rubber Field and Factory
3. Advanced Quality System for Rubber Plantation

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *