Palembang (ANTARA) - Indonesia pada tahun 2010 ditargetkan mampu memproduksi karet sebanyak 2,5 juta ton, atau meningkat dibanding pada tahun sebelumnya hanya 2,4 juta ton.
Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Achmad Mangga Barani, pada acara pertemuan koordinasi pengembangan karet rakyat non-revitalisasi tahun 2010 di Palembang, Senin, mengatakan, untuk mencapai target produksi itu perlu dilakukan peremajaan melalui pengembangan karet non-revitalisasi.
Menurut dia, melalui pengembangan karet non-revitalisasi diharapkan permasalahan yang dihadapi seperti produktivitas rendah karena banyak tanaman karet tua, akan dapat diatasi untuk kesejahteraan petani itu sendiri.
Pengembangan karet non-revitalisasi tahun 2010 ditargetkan seluas 8.688 hektare/ha dilakukan di 16 provinsi dan 51 kabupaten, sedangkan tahun sebelumnya baru 7.035 ha untuk 13 provinsi dan 43 kabupaten.
Program pengembangan karet non-revitalisasi tersebut mendapat bantuan dana dari pemerintah melalui APBN sebesar Rp20 juta tiap ha, jadi kalau diprogramkan seluas 8.688 ha, berarti tahun 2010 mendapat subsidi total mencapai Rp173,7 miliar, katanya.
Ia mengemukakan, pengembangan karet rakyat non-revitalisasi akan menambah total luas areal perkebunan nasional secara keseluruhan yang kini baru mencapai 2,4 juta ha.
Sementara volume ekspor karet Indonesia tahun 2009 tercatat sebanyak 1,991 juta ton dengan nilai perolehan devisa 3,241 miliar dolar AS.
Sumber :http://www.seputarforex.com/berita/berita_ekonomi_view.php?nid=15500&title=indonesia_ditargetkan_memproduksi_karet_25_juta_ton